Tahun 2025, Papua menyaksikan transformasi pendidikan: digitalisasi di Biak-Numfor, Sekolah Rakyat asrama di Sarmi & Fakfak, program gratis di Papua Tengah, serta akses sekolah mendekat.
1. Digitalisasi Pendidikan di Biak-Numfor
Kabupaten Biak Numfor meluncurkan sistem layanan pendidikan digital, termasuk tanda tangan elektronik untuk administrasi sekolah dan asesmen berbasis komputer (AMBK). Beberapa sekolah kini sudah terhubung dengan internet melalui Indihome, VSAT, dan satelit Starlink, demi memastikan akses pendidikan yang lebih inklusif dan efisien.
2. Sekolah Rakyat Berbasis Asrama di Beberapa Daerah
Program nasional “Sekolah Rakyat” menyasar daerah dengan akses pendidikan terbatas.
-
Fakfak: Lahan seluas 10 hektare di Distrik Mbahamdandara telah disiapkan untuk membangun sekolah asrama bagi siswa kurang mampu.
-
Sarmi: Sekolah Rakyat dengan fasilitas ruang kelas, asrama, lab, dan lapangan siap menampung 100 siswa SMA dari berbagai distrik.
-
Jayapura dan Yapen: Juga menjadi lokasi prioritas pembangunan sekolah ini secara berkelanjutan.
Program slot qris 10rb ini memperluas akses pendidikan dengan pendekatan asrama yang memudahkan siswa dari kawasan terpencil untuk terus belajar.
3. Program Sekolah Gratis dan Penyelamatan Siswa di Papua Tengah
Sekitar 205.000 anak di Papua Tengah belum pernah mengenyam pendidikan dasar dan tengah, dan 700 anak lainnya putus sekolah di jenjang menengah. Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah daerah meluncurkan program Sekolah Gratis yang memungkinkan anak-anak mendapatkan pendidikan hingga SMK tanpa biaya.
Tingkat partisipasi di sekolah pun ditargetkan meningkat melalui penyediaan guru di daerah terdampak.
4. Inovasi Metode Pembelajaran dan Pelatihan Guru
Transformasi digital juga menyasar peningkatan kualitas pengajaran. Papua mendorong pembelajaran berbasis multimedia, platform e-learning lokal, dan pelatihan guru berbasis teknologi informasi. Upaya ini penting agar sistem pendidikan di wilayah tertinggal tidak ketinggalan dalam era informasi.
5. Dukungan Pemerintah dan Infrastruktur
Program-sekolah unggulan seperti Sekolah Rakyat didukung kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan kementerian. Fasilitas asrama, gedung sekolah, lab, serta insentif bagi guru ASN dan PPPK disiapkan agar pelaksanaan berjalan efektif.
Sekolah Rakyat menunjukkan komitmen serius terhadap pemerataan pendidikan, terutama di Papua bagian tengah, selatan, dan barat daya.